you're reading...
Cerita ringan..., Prosa, Tulisan-tulisanku

Antara Menasehati atau Memperburuk Keadaan

Ba’da shalat ashar jamaah di masjid, Abi Dyafa kembali mengambil buku yang sejak siang tadi dibacanya. Ayah dan Anak bersamaTidak lama, Mbak Syeina datang merangkul manja disebelah Abinya setelah selesai mengaji di TPA bersama adek Hamka. Pelan-pelan Mbak Syeina membisiki Abi Dyafa “Bi, tadi itu lho, Hamka waktu shalat matanya melirik ke jendela, ndak khusuk shalatnya.” Abi Dyafa yang sedang membaca buku terhenti dan tertarik untuk mendengarkan cerita Mbak Syeina.

“trus…??” Kata Abi Dyafa.

“Aku sudah nasehati dia. Tapi dianya ndak mau nerima.” Lanjut Syeina sambil melirik kearah Hamka yang cemberut menjauhinya.

Sebelum Hamka pergi menjauh, Abi Dyafa memanggilnya. Kemudian Hamka didudukkan disebelah kirinya dan Syeina menggelayut disebelah kanan.

“Nah, sekarang Abi ingin Mbak Syeina dan adek Hamka mendengarkan Abi. Abi ingin berbicara sesuatu.” ujar Abi Dyafa serius. “Mbak Syeina dan Adek Hamka adalah saudara. Anak kesayangan Abi sama Bunda. Dan yang lebih penting lagi, Syeina dan Hamka adalah muslim. Bahkan sebelum dilahirkan dan dikenalkan kepada Abi dan Bunda kalian berdua saudara seiman. Maka sebagai saudara, Syeina dan Hamka hendaknya rukun tidak saling memusuhi. Bahkan hendaknya saling tolong-menolong dalam kebaikan.”

    “Habisnya Mbak Syeina ngolok Adek pas shalat di mushala tadi. Katanya Adek shalatnya nggak khusuk.” protes Hamka kecil, tidak terima.

    “Lho akukan hanya menasehati saja. Setiap muslim wajib saling menasehati lho…” sergah Mbak Syeina.

    “Iya, baiklah. Sekarang coba Adek Hamka dengarkan. Mbak Syeina itu betul. Setiap muslim hendaknya saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Adekkan sudah hafal bunyi ayatnya.” Hamka menganggukkan kepala tanda setuju. “Nah jika demikian, Adek Hamka tidak perlu marah jika ada yang menasehati. Kita seharusnya bersyukur ada yang mengingatkan. Itu tandanya cinta dan sayang. Bahwa saudara-saudara kita yang memberikan nasehat kepada kita itu tidak ingin ada noda salah pada kita” terang Abi Dyafa menenangkan

    “Nah, untuk Syeina, ada adabnya menasehati seseorang. Mau makan saja ada adabnya, apalagi memberi nasehat. Mbak Syeina tidak boleh seenaknya memberi nasehat. Walaupun niat Mbak Syeina baik. Akan tetapi jika caranya salah, hasilnya juga tidak akan optimal.

    “Imam Ibnu Rajab, seorang Ulama besar bercerita tentang seorang ulama sebelum beliau yang bernama Fudhail. Al Fudhail berkata, Seorang mukmin menutup aib saudaranya dan menasehatinya sedangkan seorang pelaku maksiat membocorkan aib saudaranya dan memburuk-burukkannya.

    “Nah, apa yang disebutkan oleh al Fudhail ini merupakan perbedaan antara nasehat dan memburuk-burukkan, yaitu bahwa nasehat itu dengan cara rahasia, tertutupi aibnya. Sedangkan menjelek-jelekkan itu ditandai dengan penyiaran. Oleh karena itu, kalau Mbak Syeina ingin menasehati seseorang, maka carilah tempat yang sepi, lalu bernasehatlah. Namun, saat beramai-ramai, berdiamlah.

    “Sekarang, Mbak Syeina coba buka Al quran surat An-Nur ayat 19.” Syeina lekas melaksanakan perintah Abinya.

    Syeina membuka AL Quran dan, selang berapa lama dibacanya ayat yang ditunjukkan Abinya tadi “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar berita atau perbuatan yang keji itu tersiar dikalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan Allah mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui.”

    “Subhanallah, bagaimana Allah memberikan balasan bagi orang-orang yang menyiarkan atau menyebarkan berita buruk orang lain. Rasulullah juga melarang kita menyebarkan aib orang lain. Karena jika berita itu salah, maka kita telah melakukan fitnah dan jika benar, maka kita seperti orang yang memakan bangkai saudara kita sendiri. Na’udzubillah…” Abi Dyafa beristigfar yang diikuti kedua anak kesayangannya.

    “Nah, sekarang Mbak Syeina dan Adek Hamka bersalaman, saling memaafkan.” Perintah Abi Dyafa. Kemudian keduanya melakukan perintah dan kembali rukun dalam permainannya.

Advertisement

About veroetoejoeh

Kawan, terima kasih telah mampir dan membaca tulisan-tulisan di blog saya. Salam kenal dan ukhuwah dari saya. Terima kasih...

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

chat with me on YM..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 83 other followers