you're reading...
Artikel-artikel umum

Kemana Mainan Anak-Anak??

Adakah yIMG_20150426_110457ang pernah bermain mainan seperti ini??

Saya coba tanyakan lewat akun facebook saya, adakah yang mengetahui nama permainan ini. Bersyukur bahwa masih banyak yang bisa memberitahu nama permainan ini. Ada yang menyebutnya gatrik, pathil lele, enthik, benthek, dan beberapa nama lainnya yang saya juga baru saja mendengarnya.

Di jaman saya masih kecil, (kesannya udah tua kali ya?? :D) ini adalah salah satu permainan favorit kita. Didepan rumah ada lapangan yang cukup luas, dengan beberapa pohon besar yang berdiri membuat beberapa tempat menjadi teduh. Laki atau perempuan boleh ikutan. Alat-alat yang dibutuhkan sederhana sekali. Dua buah kayu, bisa juga bambu, sebagai pemukul dan “anakan”nya. Beberapa tempat menggunakan batu bata sebagai pondasinya, yang lainnya dengan cara menggali tanah.

Ada teman yang berkomentar di akun facebook saya, permainan ini bisa mengakibatkan cidera. Iya, memang permainan ini ada potensi melukai. Bayangkan jika kayu anakan yang dipukul kemudian melayang mengenai dahi? Tentu bisa membuat luka, bahkan cukup serius. Tapi kalau dipikir-pikir, permainan anak jaman dahulu bukankah seperti itu? (Beberapa bekas luka di dengkul dan sikut yang sampai sekarang tidak kunjung hilang, adalah saksi hidupnya… hahaha :D)

Terus terang, saya cukup rindu dengan permainan anak dahulu. Sepertinya, dengan usia saya yang tidak lagi anak-anak, masih ingin merasakan lagi permainan ini. Kita terbiasa setiap sore hari bermain dilapangan. (Mungkin sekarang sulit mencari lapangan ya??) Permainan apapun itu. berkumpullah anak-anak yang ada didaerah situ. Jika matahari mulai tenggelam, dan mulai gelap, maka itu pertanda permainan usai. Tidak jarang, saat pulang kita memperoleh luka di beberapa bagian tubuh. Saat dimushala, shalat maghrib, kita akan bertemu lagi dan membicarakan permainan sore tadi. Buat saya itu menyenangkan. Ada olahraga, organisasi dan komunikasi.

Namun entah kenapa dengan saat ini. Suatu kali, saya sempat bertanya kepada beberapa anak-anak diperkampungan Surabaya, ternyata banyak anak-anak yang tidak lagi mengetahui permainan semacam pathil lele ini. Entah bagaimana didaerah-daerah lainnya. Saya perkenalkan permainan ini ke mereka, dan antusiasnya luar biasa. Mereka sebenarnya menyukainya, tapi mengapa tidak banyak yang memainkannya.

Apakah permainan anak-anak sudah beralih? Kemana ya “mainan anak-anak yang itu”?

Advertisements

About Aferu Fajar

Kawan, terima kasih telah mampir dan membaca tulisan-tulisan di blog saya. Salam kenal dari saya. Terima kasih...

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow on Twitter

%d bloggers like this: