archives

Tulisan-tulisanku

This category contains 3 posts

Bertemu itu Menyenangkan ; Catatan #5TahunTP

Pekan terakhir di Maret 2016, t0ekangpoto melewati tahun ke-5 nya. Sebagaimana biasanya, ada event untuk menandakan terbentuknya komunitas ini dan sekaligus kesempatan untuk temu-sua anggotanya yang biasanya hanya berjumpa lewat media sosial. Dan tahun ini, Banyuwangi menjadi destinasi pertemuan.

Memang tidak seluruh TPers (sebutan bagi anggota tOekangpoto) dapat hadir dalam acara ini. Tapi kesan keluarga tetap terasa, sebagaimana event-event TP lainnya. Kereta api, pesawat dan bis mengantarkan TPers dari berbagai daerah di Indonesia ke kabupaten tertimur di pulau Jawa ini. Lebih dari 50 orang hadir. Dari balita hingga hampir lansia (Upss… ahahaii). Bersama keluarga atau jomblo yang sedang penantian (^^V).

Setidaknya telah 4 kali sebelum ini, TP membuat event Milad. Yang pertama di Jogja, dan selanjutnya hingga aniversary ke 3 berlokasi disana, kemudian di Jawa Tengah, Karang Anyar. Saya termasuk yang baru kali ini dapat berkumpul dengan teman-teman TPers di event Milad. Dan, rasanya begitu menyenangkan. Continue reading

Advertisements

Menyambut Nyepi di Kampung Halaman. Pare, Kediri.

Meski sebenarnya bukan hari libur yang panjang, namun hari Senin dan Selasa yang dihimpit dua tanggal merah, Ahad dan Rabunya hari raya Nyepi, serasa menggoda untuk agak lama mengunjungi orang tua, hehehe… Hitung-hitung berbakti kepada orang tua. Soalnya sudah lama tidak pulang kampung. Apalagi adik yang di Jakarta, bersama keluarga, akan pulang juga. Jadi sekalian kumpul-kumpul.

Nah, menjelang hari raya Nyepi, ternyata ada upacara yang diselenggarakan organisasi Hindu se-Kabupaten Kediri. Acaranya berlangsung di kota Pare. Mengarak Ogoh-ogoh hingga pembakarannya. Kesempatan ini, tentunya sayang sekali jika terlewatkan.. Diacara itu, saya bisa melihat peribadatan yang dilakukan umat Hindu. Alhamdulillah, sempat juga mengabadikan beberapa momen dan ritualnya. Namun sayang sekali, saya tidak sempat melihat pembakaran ogoh-ogoh. Karena waktunya yang terlalu malam dan hujan.

Menjadi Keluarga tOekangpoto

DSCF8254

Bli Khoirul, satu2nya perwakilan dari frame Bali

DSCF8230

Serius bangeet… ^^

Akhir Mei 2015 yang lalu, kami seperti dipertemukan dalam keluarga baru. Keluarga yang telah lama kami rindukan. Walau beberapa diantara kami baru pertama kalinya bertemu. Tiada sua wajah, tiada sua berita. Namun, nuansa keakraban seperti telah lama terjalin.

Banyuwangi adalah persinggahan helat tOekangpoto (TP) Wilayah Jawa Timur yang pertama. Sejak terbentuknya kepengurusan TP di Solo beberapa bulan sebelumnya, TP mendorong agar kepengurusan diperluas hingga daerah setingkat kabupaten. Diperhelatan ini, TP Wilayah Jawa Timur sekaligus mengukuhkan frame se-Jawa Timur. Diantaranya adalah TP frame Surabaya, TP frame Sidoarjo, TP frame Gresik, TP frame Banyuwangi, TP frame Madiun Raya, dan TP frame Malang.

Pengukuhan TP se-Wilayah Jawa Timur dilakukan di Pulau Merah, Banyuwangi. Setelah sebelumnya kami mengunjungi berbagai tempat yang luar biasa di Banyuwangi.

DSCF8259

Apa yg dilakukannya dengan Kelapa itu??

Jejak pertama kami tinggalkan di Pantai paling timur pulau Jawa, Pantai Boom. Tentu saja yang kami harapkan adalah Matahari Pertama Di Pulau Jawa. Yeeee… Dan hujan menerima kami dengan begitu bersahabatnya. Sehingga kami bisa menikmati kopi terlebih dahulu, bercengkrama dengan penjual diwarung, sebelum akhirnya bersua dengan sang matahari.

jejak kedua, adalah Baluran. Setelah menikmati hidangan sarapan yang begitu fenomenal khas Banyuwangi, Rawon Pecel, savana terhampar dan hewan-hewan dialam bebas siap untuk disapa. Sepertinya memang tidak cukup satu hari menikmati Baluran. Tapi lumayan, untuk mengekplorasi demi kunjungan berikutnya.

IMG-20150601-WA0001

Bersama bupati Banyuwangi dan Wagub Jatim

Yang tidak kalah berkesan adalah kami bersempat diterima oleh bupati Banyuwangi, Azwar Anas, dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Gus Ipul. Bahkan kami menginap dikediaman Bapak bupati Anas.

DSCF8661

Pengukuhan

Tentu saja kami tidak boleh melewatkan tempat yang fenomenal di Banyuwangi, Kawah Ijen. Dan lagi-lagi, guyuran hujan begitu akrab menemani kami, bahkan sejak malam sebelum pendakian, hingga mengantar kami turun dikaki kawah. Disela-selanya, bersyukur kami dapat menikmati sedikit matahari cerah dipuncak kawah. Beberapa teman bahkan dapat mengabadikan kawah, gunung berselimut awan, ataupun sekedar berfoto selvi. It’s oke. Sebagaimana slogan kondang TP, silaturahim adalah yang utama, foto bagus adalah bonus.

Slogan tersebut, betul-betul kami rasakan. Cuaca yang tidak mendukung, sebagaimana harapan kami, membuat kami menjadi lebih dekat satu dengan yang lain. Saling menolong, saling memahami. Itulah anugerah.

DSCF8251

Kayaknya seneng banget liat hasilnya..

Terakhir, kami daratkan jejak kami di Pulau Merah. Disanalah, Pengukuhan pengurus TP Frame se-Jawa Timur dilakukan. Banyak harapan. Banyak tanggungjawab. Hanya Allah yang tahu setiap hati-hati kami.

 

Semoga TP di Jawa Timur bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebagaimana yang ikrarkan saat pertama kali TP terbentuk di Merapi, beberapa tahun silam. Peduli, menginspirasi.

 

 

 

Ekspedisi Desa Njari

Kawan-kawan, kalian pasti tahu dimana gunung Kelud berada? Betul. Gunung Kelud berada di tiga kabupaten, Malang, Blitar dan Kediri. Dulu sekitar tahun 90-an, gunung Kelud pernah meletus. Rumah simbah saya di Pare, Kediri, adalah salah satu daerah yang terkena langsung keperkasaan gunung ini. Lahar dan abunya mematikan aktifitas daerah yang dilanda. Kali dan sungai menjadi jalan aliran lahar yang dimuntahkan gunung ini. Dan abunya menutup permukaan tanah hingga 10 centimeter. Tidak ada yang berani keluar rumah saat bencana ini terjadi.

Desa NjariSekitar 20 Kilometer ke Selatan dari kabupaten Blltar kota, ada sebuah desa yang berada pada ring satu daerah rawan Kelud. Aliran lahar dingin gunung Kelud dan tanah longsor kerap mengancam desa yang masih memiliki nuansa alam yang hijau alami. Dengan penduduk tidak lebih dari 100 kepala keluarga, Itulah Desa Njari, Kecamatan Wlingi, Blitar.

Menuju desa Njari, perjalanan dimulai sejak Sabtu pagi, 2 Maret 2013. Dari Surabaya, melewati Malang mengambil waktu tempuh sekitar 8 jam. Desa ini berada di balik bendungan perkebunan Usri. IMG_7055

Saya berkesempatan kesana kawan. Setelah bermalam di perkebunan Usri, ba’da Shalat Subuh dan sebentar menikmati indahnya bendungan, kami berjalan kaki kesana. Desa ini hanya memiliki satu jalur transportasi. Yaitu melewati jalan perkebunan Usri. Saat ini, jalan tersebut rusak, karena tidak kuat menahan beban dari aliran sungai, yang juga menjadi aliran lahar dari gunung Kelud, jika terjadi letusan. 

Agak miris desa ini. Saat kami kesana, para bapak sedang bekerja membersihkan longsoran tanah yang sudah sejak kemarin terjadi. Dan siang aliran listrik, meskipun ada, hanya dapat dipakai pada saat malam hari saja. Ditambah satu-satunya jembatan ini, walau masih bisa dilewati, separuhnya rusak. Melihat kondisi tersebut, kami – Saya dan teman-teman Jejak Petualang Jawa Timur- menjadi prihatin. Maka kami berencana untuk mengadakan baksos sekaligus membantu memperbaiki kondisi jembatan yang rusak.

Dari penuturan Pak Sugi, wakil kepada desa disana, permohonan bantuan untuk memperbaiki jembatan itu sudah lama diajukan kepada pemerintah daerah. “Sudah lama kami mengajukan, namun sampai sekarang, tidak ada tindakan.” Ujarnya.

Ekspedisi Njari

Kawan, kalau dari anda ada yang ingin ikut membantu, boleh lho… Kami senang jika semakin banyak yang ikut membantu, maka akan semakin banyak manfaat yang diperoleh warga desa Njari.

Kenapa Harus Menunda Kebaikan???

Kartun Anak

Follow on Twitter

%d bloggers like this: